Di Zaman Apa Aku Hidup Sekarang Ini????

LAgi-LAgi MaSalah UAng!

Posted by: ghopink on: Juni 26, 2008

Ko’ kesannya matre baget ya? Biarin!

“Tapi mbak, bagaimanapun, apapun alasannya aku masih butuh uAng, meski banyak orang berangggapan bahwa uang tak bisa membeli kebahagiaan, tapi aku bisa bahagia dengan uang!” begitu aku menyangkal pendapat my sis saat kami terlibat diskusi di suatu sore.

“Terus manghalalkan segala cara?” Tuduhnya.

Ngejual diri?

Ngerjain TAx temen2?

Nodong?

Ngutil?

Ngupil? Wah yg terakhir ini halal lah…

“GA sopan! Itu kan cara orang tak beriman!” aku ga terima…

Uang bukan segala-galanya. Setuju? Ya jelas aku setuju, toh uang memang bukan tujuan akhir dari hidupku ko’, toh aku jg ga mau jadi beruang! Kalian mau?!. Dan akupun masih bertahan dengan pendapat tersebut sembari mencari-cari jawaban yang tepat. Lama dalam pencarian, yang ku temui malah berbagai permasalahan karena ketiadaan uang. Bayangkan untuk beli buku saja harus pikir-pikir dulu, ujung2nya ga jd beli. Jika ada acara2 yang menarik di Surabaya, selalu yang menjadi pertimbangan adalah harga tiket dan biaya transportasi. Ada lagi yang bikin kesel setengah mati:

“Dek, piye iki?” suara telpon di seberang

“Lho emangnya ada apa?” Aku balik nanya

“Kemarin dari percetakan, trus orangnya bilang kalo nyetak kayak pesanan kita itu ga bisa, soalnya nanti hasilnya jelek…”

“Jelek, gimana??!!!” tanduk mulai muncul, taring menyusul kemudian!

Masak desain-ngelayout seminggu ga tidur, mondar-mandir pinjem komp temen pas kom q lgi ngadat jd sia2! Q percaya banget, tuh bulletin bakal menggemparkan dunia, desainnya seksi abis! Lah ko’ di katain tar hasilnya jelek, apaan2 nih?!!!

“Bisa sih, cuman harus diganti dulu, semburat hitamnya dihilangkan…” Sambungnya

“Bla bla bla….” Jelasnya tambah bikin pusing di dengkul…

“Lho mbak, ya hasilnya jelek tho! Ga senge-rock aslinya, piye?” Lah!, aku ko’ malah marah2in mbak yu ini, ah biarin aja, dia lho fine2 aja!

“Iya dek, kita ga bisa seidealis itu, sebenarnya bisa cuman biayanya mahal. Ratusan ribu untuk beli platnya, uangnya siapa coba?!” Suara di seberang mengalun tenang, mendinginkan. Tapi telat mbak, mata ku sudah mulai berair…

Aku kesal, jengkel, eneg, tapi ga tau sama sapa?

“Kalo yang model biasa, cuman 8ribu, tapi ya gitu, apa adanya, gimana?” TAwarnya…

Plakkkkkk!!! Bagai ditampar wajan. Gosong makkk!

Hey, ngaca donk! Mang kamu punya uang berapa? Anaknya pejabat yah? Mo bagus ya mahal, dul! Maunya ngrengek ke percetakan, trus digratisin?! Mereka jg kerja, Non! Nyari uang! Lupa ya kalo ga ada yang gratisan? Mo pi2s aja bayar!

Aghghhhhhhhhhhhhhh…. Cukuuuuuupppppp!!!

“Dek… dek, gmn?”

“Dek?” Ah, rupanya dia masih nunggu jawabanku… buru ku usap te2s air yg sempat meluncur ke pipi. Malu ah, masa githu aja nangis, padahal tuh face tampang bengis!

“Ya wes lah mbak, kalo gitu” lemah aku menjawab. Akhirnya aku nyerah juga, meski kecewa.

Yah yah yah… uang adalah segalanya… Lagi-lagi ga bisa menjalankan agenda dengan ideal gara-gara ga ada Uang!!! Huhhhh! Jadi gERaMmm!!!

Tapi ah ga pa2, masih ada semangat yg tersisa, bahkan satu2x kekayaan kita adalah semangat semangat dan semangat! Huah, makan tuh semangat!

Tapi…, masih ada tapi lho, ini baru masalah ginian, aku jadi ga bisa membayangkan, gimana ya dengan orang2 yang ga bisa makan karena ga ada uang?

Lah ko’ ulama negeri ini cuman bilang “Kita hadapi kesulitan itu dengan sabar… Sabar itu subur”. Subur dari mana, Boss?! Apa bisa kenyang dengan makan ‘sabar’? apa dengan mata uang ‘sabar’ bisa membayar biaya percetakan? Apa dengan ‘sabar’ acara akan lancar? Bukannya malah bubarrr?! Orang2 berdasi tuh sabar menerima gaji korupsi, makanya subur, apa begitu pengertiannya? Trus para korporat asing, sabarnya minta ampiyun untuk ngeruk kekayaan alam bangsa ini, makanya mereka subur juga?

Lah, rakyat? Mereka juga sabar2 aja melihat kekayaannya dijarah, trus mereka jg sabar melihat persekongkolan penguasa dan pengusaha mempermainkan harga BBM, kurang apa coba sabar mereka? Tapi apakah ‘subur’ yang didapat? Bukannya malah ajuR?!!!

Tolong deh, jelasin gimana sabar itu bisa subur! Pak Yai…

Aku dan Izza

Posted by: ghopink on: Juni 26, 2008

SMS pagi itu…

Ghopink: As. Za, mbak pink insyaAllah pulang ahad siang, mang perpisahannya jm berapa?malem ya?bisa dech dateng… ws

Izaa: Asslm, makasih, perpisahannya pagi…

Ghopink: waduh, pagi ya?lha piye iki Za?!ta usahain dateng, insyaAllah.trus Persiapan k pondokx dah beres semua ta?

Izza: ga pa2 ga dateng tapi nganter aku ke pondok, blm siap apa2

Ghopink: ya disiapkan skr…

Siap ora nangis hiks… hiks…

Siap ngirit tp ga pelit

Siap hidup mandiri…

Siap menjd dewasa bkn anak2 lagi…

Siap apalg ya?

Siap nyantri, hehehehehe…

Izza:Usahain dateng ke perpisahan

Izza, baru lu2s Es De.

Sebenarnya, aku ga rela plus ga tega naruh keponakan di pondok. Tapi kalo dia dirumah aj ku jg malah sumpek… sudah pergaulannya kayak anak2 kota, trus… ada hal yg bikin aku miris:

“Iyo iku, nek wes ngumpul karo koncone, moso ileng moleh, mangan ae lali!!!”(Iya tuh… kalo sudah kumpul sama temenx, mana inget pulang, makan aj lupa!!!) suara dari dapur menyembur keluar saat aku dan Izza ngobrol santai di taman… ibunya Izza, mbak yu ku

Kami berdu’a cengingisan…

“Kabel nyaut!” bisiknya..

“Hus!”

Hehehehehe…

“Iya tah, Za?” tanyaku…

Tangannya menggaruk-garuk tanah dengan kayu… sambil senyam-senyum.

“Bis, dirumah bosen!”

“Trus, ngapain aja kalo kumpul2 gitu?”

“Ya cerita2, gitu aja” jawabnya datar

“Ngghosip, ta?”

“Seng diomongne iku yo omongane artis, sinetron2, gincuan, perhiasan, klambi, potongan rambut, tas!!! ” (yang dibicarakan itu ya pembicaraan kayak artis, disinetron2, rias wajah, perhiasan, pakaian, tata rambut, tas) suara di dapur itu… kembali terdengar… Izza manyun.

“Trus, kalo jandom (tempat nongkrong) dimana aja?”

Dia memaparkan tempat2 favoritx… ah Alhamdulillah tempat2 itu masih ramai… masih banyak pasang mata yg melihat aktifitas anak2 itu… artinya masih aman…

“Apa nama genknya, cewek semua kan?!”

“He’em, cewek2, namanya Blue Girl…”

“Whattttttttt?!”

“Tau artinya, Za?”

“Gadis biru, kan?!” Jawaban lugu darinya, mampu mengurungkan niatku untuk bersuara keras… oalah Za, adikku…

Bocah selugu dia, akan menjadi mangsa dari lingkungan yg penuh koreng ini… biarkan ia kuper ga tau TiVi, biarkan ia kuper ga tau tren mode, atau apalah… yang penting dia punya tsaqofah Islam… inilah yg mendorongku untuk tetap memaksa Izza nyantri… tinggal membimbing, mengarahkan, mudah2an tar masuk dalam barisan pejuang penegak syari’ah dan khilafah, amin2020x. Ini akan lebih mudah… meski kehidupan santri tak setenang auranya. Namanya jg ‘penjara suci’, meski suci tp kan tetep kayak penjara, keras!

Alasan yang kedua… hahahahaha… ku tar bisa belajar bhs arab, balaghah, usul fiqh, de-el-el, kan enak belajar ma keponakan sendiri…

Semoga Allah… ini jalan terbaik untuknya…

Pemerintah Gila-gilaan

Posted by: ghopink on: April 26, 2008

‘Tinggalkan minyak tanah pakai Elpiji 3 KG. Hemat, Bersih dan Praktis’. aku liat kalimat itu terpampang dibagian belakang tangki pengangungkut inyak tanah milik pertamina. Kontan dahiku langsung berkerut, APA MAKSUDNYA? edan tenan! Rasanya pemerintah benar2 membabi buta untuk mencabut sumsidi BBM untuk bangsa ini (Padahal kalo qt inget ulasan2 kwik Kian Gie, maka dengan serta merta akan tau bahwa sejatinya ’subsidi’ itu adalah bahasa pembodohan untuk masyarakat, sejatinya pemerintah tidaklah mengeluarkan uang untuk rakyat, ia hanya kehilangan kesempatan untuk dapat uang lebih!!!).

Beginikah seharusnya kebijakan pemerintah? tak terbesit sedikitpun rasa kasian pd rakyat yang mengantri berjam-jam hanya untuk membeli sekian liter minyak tanah. Bahkan yang katanya elpiji itu sebagai pengganti minyak tanah sempat ilang juga dari peredaran.

kenapa? saat hal tersebut ditanyakan, dalam acara dialog di stasiun swasta, katanya tuh elpiji yang ukuran 12kg di borong sama industri2, so rakyat kecil lagi2 lagi harus gigit jari.

sekali lagi, PADAHAL salah satu alasan kenapa minyak tanah dikonversi adalah selama ini ’subsidi’ minyak tanah banyak dinikmati kalangan yang sebenarnya tidak layak mendapatkan subsidi minyak itu. nah harusnya kelangkaan elpiji yang 12kg harus diantisipasi dooonk!!!

yang jelas, spirit pemerintah mengkonversi itu bukan membuat rakyat terbantu, sejatinya adalah mencabut ’subsidi’.

dan… kayaknya tuh elpiji juga besar kemungkinan akan naik juga kan! kan kendali selama ini dipegang pemerintah??

Piye iki? benar2 gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!



DUKUN-DUKUN ABAD 21

Posted by: ghopink on: April 4, 2008

Aku bisa membuatmu

Jatuh cinta kepadaku

Meski kau tak cinta kepadaku….

 

Mekso banget seh DEWA iki!!! Jika dulu ada ungkapan “cinta ditolak, dukun bertindak”, itu dulu. Lain dulu lain sekarang lah…!

Jika lagu ini ta ubah liriknya…

Aku* bisa membuat rakyat

Tetap membeli minyak dg harga mahal

Meski mereka tak suka itu….

 

Aku bisa membuat ibu2

Tetap membeli beras dg harga melangit

Meski mereka tak mampu….

 

Aku bisa membuat mahasiswa

Tetap membayar SPP mahal

Meski mereka menuntut sebaliknya….

 

Aku bisa membuat Rakyat

Tetap berobat dg biaya mahal

Meski mereka menjerit…

 

Mengapa ini yang terjadi…??

 

  • Karena minyak (sumber energi), beras, pendidikan, kesehatan dsb adalah kebutuhan pokok.
  • Karena rakyat, mahasiswa dan pasien di posissikan sebagai konsumen
  • Sedang Pemerintah memposisikan diri sebagai pedagang…

 

Maka yang berlaku adalah hukumnya Adam Smith….

(Lah negara ko’ kayak bakol onde-onde?)

 

Dan mau tidak mau, mereka harus beli, karena mereka butuh minyak, butuh beras.

Mau tidak mau, mereka harus membayar spp mahal, karena mereka harus sekolah.

Mau tidak mau, mereka harus berobat…

Karena mereka butuh itu semua.

 

Jika dulu paksa-memaksa bisa lewat jalur Mbah Dukun, tapi sekarang lebih canggih dari sekedar santet. Cuman ketok palu saja, jadilah UU yang siap memaksa siapa saja! bahkan Si Mbah Dukun juga!

Dg UU Migas, rakyat dipekso beli BBM dg harga mahal lantaran subsidi BBM di kurangi. Dg UU Kelistrikan, rakyat dicekik lantaran kebijakan pemerintah yg secara bertahap memprivatisasi PLN, akibatnya tarif listrik melangiiiittttt! UU Penanaman Modal memaksa bangsa ini jd kuli di negri sendiri, sementara investor bisa pesta pora mengeruk kakayaan di bumi pertiwi. UU Sumber Daya Air… hingga air pun rakyat harus beliiiiiii. Kejaaaaaaaaaaaaammmmmm!!!

Inilah barangkali ‘dukun-dukun’ peranakan abad 21! Tetep yang namanya filosofi ‘nyantet’ menjadi ‘RUH’ dalam aktifitas mereka!!!

* Aku >> pasangan selingkuh: pemerintah & korporat (kapitalis)

SMS NYASAR, SENGAJA ATAU…?!

Posted by: ghopink on: Februari 25, 2008

SMS NYASAR, SENGAJA ATAU…?!

Wajib dibaca! Sebenernya sih ini bahasan akhwat, but ikhwan must know juga biar ‘ngeh’ dengan hati akhwat. Ya ga sih?!
Dari lubuk hati yang terdalam akhwat tuh pengennya terjaga Izzahnya (kemulyaan, red). Udah dibela-belain nahan ketawa pas ada yang lucu saat rapat, misalnya. Ikhwan sih bisa aja ngakak di mana-mana, but bagi akhwat harus puas dengan seulas senyum saja, itupun untung kalo ga kepentut (sorry…^_^) atau kalo pengen ngakak juga ya… ke sono di pojok ruangan. Coz katanya nih, akhwat punya daya magnetis dalam semua gerak-geriknya. Bisa dibayangkan, jika sampe ngakak terpingkal-pingkal plus terjuangkal-jungkal di depan ikhwan, satu-dua detik kemudian kita tinggal menghitung jumlah ikhwan yang terpana lagi terhipnotis lantaran suara tawa lepas tersebut masih terngiang-ngiang. Menit-menit berlalu, maka masihlah hal tersebut menari-menari di hati… Inilah yang namanya penyakit hati. Betul ga, akhi?! Parahnya, hal tersebut jarang disadari akhwat (jangan bilang kalo ada yang sengaja melakukannya!).

Itu tuh baru satu contoh, masih banyak yang harus dijaga, pokoknya semua aktivitas lah. Bukan untuk siapa-siapa sih. Syar’inya kan memang harus gitu, hikmahnya ya… Izzah kami tetap terjaga! Yang namanya akhwat kalo ga punya Izzah ya…. apalagi yang bisa dibanggakan? Nah, masuk ke persoalan nih. Begini, dalam perjalanan menjaga Izzah tersebut tidaklah mudah (meski ga sulit-sulit amat, asal taat rambu-rambu aja), apalagi yang belum istiqomah. Sudah begitu, ditambah pula ulah segelintir ikhwan yang ga bertanggung jawab.
Suatu saat, ada akhwat pinjem HP mo minta pulsa (biasa, pulsa akhwat kos-kosan bawaannya sekarat mulu!). Nah, si akhwat yang punya HP ini langsung wanti-wanti untuk tidak membuka sms dia. Usut punya usut, tuh inbox kebanyakan berisi sms dari ikhwan. Ya moga aja isinya cuman nanyain harga jengkol, harga minyak jelantah, SBY ko’ makin tua ya, ato nanyain ayamnya yang mati itu diadzap kubur ato ga. Tapi, keinget pengertian dosa? Bukankah dosa itu yang menimbulkan syak (keraguan) dan si pelaku dosa tersebut akan merasa malu jika perbuatannya itu diketahui orang. Bukan su’udhon, kalo dibilang begitu, semoga Allah mengampuni. Tapi tulisan ini tetep lanjut coz tujuannya biar bisa jadi ibrah (pelajaran, red) bagi yang lain.
Ada juga akhwat yang menyimpan sms ikhwan berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Eman, katanya. Coz isinya bagus ko’, menyentuh hati, dan masih dalam koridor syar’i (yang terakhir ini diucapkan sambil nyengir). Sampe HP dia jamuran alias overload!
Banyak akhwat yang terjebak dalam kasus ini. Ikhwan SMS, eh diSMS ulang ma Akhwat. Sampailah mereka, menjadi ’alarm’ satu sama lainnya. Alarm Qiyamul Lail, Dhuha, sahur, ngaji Qur’an dan berbagai aktivitas wajib-sunnah lainnya. Awalnya memang menyenangkan, ada semangat baru dengan esensi beda dari yang lainnya. Ya siapa sih yang ga semangat jika terus disuport ma teman seperjuangan. Trus, lama-kelamaan akan melenakan. Bukan tidak mungkin mempengaruhi kemurnian hati. Efeknya ya… jadi sulit menata hati, gitu!
Awalnya gimana? Ko’ korbannya bejibun, untung masih ada yang tertolong, yang lainnya sudah terkapar (ye… emang ikan?!). Modus operandi para pelaku SMS nyasar tersebut adalah:

1. Pengen kenalan (aja).
2. Bagi yang sudah kenal, nanya itu-ini-anu, pokoknya ada aja yang ditanyain dan butuh jawaban segera.
3. Pura-pura nyasar alias salah kirim, berlanjut dengan kenalan.
4. Pemuja Rahasia, dengan sms yang melankolis bikin hati yang baca terenyuh…
5. Pemuja Terang Bulan. Kalo yang nomor 4 ga pake nama alias pecundang, tapi yang ini terang-terangan, ngakunya gentle, pake nama, alamat kos-kosan & rumah, jumlah IPK, size kaos kaki de el el lah. Pokoknya terang bulan abis!
6. Miskol-miskol, sampe ke angkat juga.
7. Akan ditemukan banyak modus, tapi ga akan jauh-jauh dari 6 point tersebut. Kalian survei sendiri ya!

Sekali lagi, mas, mbak, bukan su’udhon. Benar-benar kami ga tau apa maksud di balik ini semua. Tapi karena dampaknya terlalu runyam, karena menyangkut masalah hati, maka karena inilah tulisan ini dibuat. Kalau hati mulai keruh, kata Aa Gym, …. dengan Allah semakin jauh. Mas, Mbak, tolong di jaga smsnya. Berapa hati lagi yang penyakitan lantaran tergetar oleh sms kita, berbunga-bunga dengan rangkain kata singkat nan sarat makna.

Solusi?

Ada sebagian akhwat menceramahi habis-habisan sampai ikhwan mikir 1000x untuk sms dia lagi. Ada yang dengan santun menusuk relung hati hingga tak ditemukan hujjah lagi untuk balas sms. Ada juga yang memilih diam, bukan lantaran diam itu emas, but emang pulsa lagi sekarat… he…99x. Tapi berdasarkan pengamat amatiran, menelantarkan SMS alias no comment adalah jurus yang paling jitu. Bertepuk sebelah tangan mana asyik, garing lagi! Barangkali itulah jawabannya. Atau laporin ke posko penaggulangan bencana lumpur lapindo, kali aja pulsa yang sia-sia itu berguna untuk ngirim sms pengaduan ke Presiden coz lumpurnya ga berhenti-henti.

Ada catatan sedikit nih, buat yang sering sms dengan modus seperti yang tersebut di atas untuk segera menghentikan penyimpangan perilakunya baik yang belum dapet sinyal penolakan maupun yang sudah kena dampratan, di mohon untuk segera bertaubat. Kalo ga’, ya… kalian memang sudah ga punya malu.
Wo’ o kamu ketahuan…
Sms lagi
Dengan pedenya…
Ga-tau malu! (Gubahan Syair ’Ketahuan’, Mata Bend yang lagi ngetrend)

Yo wes lah, pesenku satu, direnungkan Bro, Jangan dipelototin doang!


Tag:

Menghitung HAri…

November 2009
M S S R K J S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 344 hits

Kategori

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Kalender Hijri

Jejakmu Kawan…

IP
free counters